Kamis, 27 Agustus 2020

KEMUHAMMADIYAHAN KELAS X BAB 2 - JANJI PELAJAR MUHAMMADIYAH

 JANJI PELAJAR MUHAMMADIYAH

A. Janji Pelajar Muhammadiyah

    Ikatan Pelajar Muhammadiyah merupakan sebuah wadah atau organisasi yang ditujukan bagi para peserta didik untuk berlatih dan berjuang dalam kancah dakwah amar ma'ruf nahi munkar di lingkungan pelajar Muhammadiyah serta menjadi bagian dari sayap dakwah Muhammadiyah.

Dalam Anggaran Dasar IPM pasal 6 disebutkan bahwa maksud dan tujuan didirikannya organisasi ini adalah untuk membentuk pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia dan terampil dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi nilai - nilai ajaran Islam sehingga terwujud masyarakata Islam yang sebenar benarnya.

Dalam rangka mewujudkan maksud dan tujuan tersebut, setiap pelajar Muhammadiyah diikat oleh janji yang biasa dikenal dengan Janji Pelajar Muhammadiyah. Janji merupakan suatu perkara yang sangat berarti, kedudukannya seperti hutang yang harus dibayar. Oleh karena itu para peserta didik yang mengikuti proses pendidikan di lembaga pendidikan Muhammadiyah wajib memahami Janji Pelajar Muhammadiyah.

Berdasarkan Keputusan Induk Muktamar XVII IPM nomor VI-SK/A.2/PP.IPM-006/2010, butir - butir Janji Pelajar Muhammadiyah berbunyi :

B. Makna dan Aplikasi Janji Pelajar Muhammadiyah dalam Kehidupan Sehari - hari
    Janji pelajar muhammadiyah adalah ikrar yang dipegang teguh oleh pelajar yang bersekolah di sekolah muhammadiyah dan juga anggota serta aktivis ikatan pelajar muhammadiyah. Janji pelajar muhammadiyah dibuat di Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan telah mengalami beberapa revisi. Janji Pelajar Muhammadiyah saat ini sebagaimana yang sudah sering diikrarkan oleh para pelajar Muhammadiyah adalah sebagaimana yang termaktub dalam Keputusan Induk Muktamar XVII IPM nomor VI-SK/A.2/PP.IPM-006/2010. Janji pelajar muhammadiyah berisi prinsip-prinsip yang harus dijalankan pelajar selama menuntut ilmu. Tersusun dari 6 butir, yang memiliki hirarki secara tidak langsung.

1. Berjuang menegakkan ajaran Islam

Pelajar Muhammadiyah hendaknya selalu mengutamakan perintah agama Islam dalam setiap aktivitasnya. berusaha untuk berperan serta menyempurnakan akhlak mulia dan penguatan keislaman

2. Hormat dan patuh terhadap orang tua dan guru

Point kedua berbakti kepada orang tua dan guru adalah kunci sukses dalam menuntut ilmu. Pelajar Muhammadiyah hendaknya selalu siap sedia untuk menjaga tata krama dalam hubungannya dengan orangtua dan guru, berusaha untuk senantiasa menghormati orangtua dan guru serta membalas jasa mereka dengan memberikan prestasi dan doa terbaik setiap harinya. Dimana pahala yang dijanjikan sangat besar. Alquran sendiri menyebut secara khusus bagaimana seorang anak berakhlak kepada orang tuanya dalam surat Al Isra' ayat 23 yang artinya:

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."
Terdapat adab dalam menuntut ilmu agar ilmu yang diperoleh berkah dunia akhirat. Salah satu adabnya adalah menghormati guru, sebagaimana mahfudzot terkenal yang bunyinya:

سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ ۞ أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ

Wahai Saudaraku! engkau tak dapat ilmu, kecuali dengan enam perkara. Selanjutnya aku  akan berikan rincian, dengan rincian yang jelas sekali:

وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَان ۞ ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ .

Pertama Kecerdasan, kedua Kethoma’an, ketiga sungguh-sungguh, keempat banyak bekal, kelima menghormati semua gurunya, dan yang keenam lama waktunya.

3. Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu

Point ketiga dalam menuntut ilmu kita dituntut untuk bersungguh-sungguh. Hal tersebut juga tertulis didalam mahfudzot enam perkara dalam menuntut ilmu. Ada satu lagi mahfudzot yang terkenal dan sering diajarkan di pondok pesantren, yaitu:

MAN JADDA WAJADA: “من جدّ وجد”
(Barangsiapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan mendapatkan).

4. Bekerja keras, mandiri, dan berprestasi

Point keempat Pelajar Muhammadiyah sudah selayaknya terdorong untuk rajin dalam belajar, giat dalam bekerja dan berusaha mandiri termasuk menjauhkan diri dari ketergantungan terhadap orang lain. Allah SWT berfirman dalam Surat At-Taubah Ayat 105:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.
Sebagai seorang mukmin kita dituntut untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dilandasi keikhlasan. Ikhlas dengan niat mencari ridlo Allah SWT. Pelajar di Indonesia memiliki inspirasi seorang tokoh nasional yang terkenal dengan kecerdasan, ketaqwaan dan kerja kerasnya. Beliau adalah presiden RI ke-3, Almarhum Prof. Dr. BJ Habibie. Pak Habibie menjadi role model anak muda dan pelajar Indonesia bagaimana seorang anak bangsa dengan kerja keras dan doanya bisa mandiri, berprestasi, dan memenangkan persaingan global.

5. Rela berkorban dan menolong sesama

Point kelima, Pelajar Muhammadiyah harus berusaha agar menumbuhkan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya. Selain itu harus berusaha agar terbangun solidaritas dan tumbuhnya rasa asah, asih dan asuh diantara para pelajar untuk kepentingan agama Islam. Hubungan antar manusia kita kenal dengan hablum minannas dan dalam prakteknya disebut muamalah. Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain”

Menolong sesama dan rela berkorban membuat diri kita bermanfaat untuk orang lain. Inilah salah satu jalan untuk menjadi sebaik baik manusia yang dicintai oleh Allah SWT.

6. Siap menjadi kader Muhammadiyah dan bangsa

Pelajar muhammadiyah adalah kader persyarikatan dan bangsa di masa depan yang nantinya akan berperan sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah. Harus siap memberikan kontribusi positif dalam rangka pembaruan dan pembangunan masyarakat. Oleh karena itu KHA Dahlan berpesan kepada murid-muridnya:

"Aku titipkan Muhammadiyah ini kepadamu sekalian dengan penuh harapan agar engkau sekalian mau memelihara dan menjaga Muhammadiyah itu dengan sepenuh hati agar Muhammadiyah bisa terus berkembang selamanya."


C. Kepribadian Pelajar Muhammadiyah

    Kepribadian adalah keseluruhan cara individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Setelah memperhatikan, menghayati dan mengamalkan Janji Pelajar Muhammadiyah, maka diidentifikasikan bahwa seorang pelajar Muhammadiyah mestinya memiliki kepribadian sebagai berikut:

  1. Senang berjuang, dalam pengertian amar ma'ruf nahi munkar di lingkungan sekolah / madrasah untuk menegakkan ajaran islam. contoh : mengingatkan sholat.
  2. bertindak sopan dan santun, memiliki tata krama, hormat dan patuh kepada orangtua dan guru. contoh : berpamitan pada orangtua sebelum berangkat sekolah
  3. Bersungguh - sungguh dalam menuntut ilmu. salah satunya adalah mengulang materi pembelajaran yang telah dilaksanakan disekolah / madrasah, membaca buku dll.
  4. bekerja keras, mandiri dan berprestasi. Pelajar Muhammadiyah berusaha hidup mandiri dengan berlatih membereskan semua keperluan sekolahnya sendiri, bekerja keras dan tidak mudah putus asa dalam belajar.
  5. Rela berkorban dan menolong sesama. sebisa mungkin memberikan rasa solidaritas pada sesama manusia contohnya memberikan infaq tiap jumat.
  6. Aktif dalam pergerakan dakwah amar ma'ruf nahi munkar baik disekolah /madrasah maupun di rumah. contoh : mengingatkan teman untuk melakukan 5S yaitu senyum, salam, sapa, sopan dan santun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar