Minggu, 18 Oktober 2020

TARIKH KELAS X BAB 1

 DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW PERIODE MAKKAH


A.    Kondisi Sosio – Kultural Makkah Sebelum Islam

1.      Peta Geografis

Kota Makkah merupakan salah satu kota yang berada di jazirah Arab. Kota ini berada di sebelah selatan Semenanjung Arabia. Kota ini terletak di dasar sebuah lembah yang di kelilingi oleh gunung – gunung dari berbagai arah.

-          Di sebelah timur terbentang Gunung Abu Qabis

-          Di sebelah barat dibatasi oleh Gunung Qaiqa’an

-          Dataran rendah dikenal dengan nama Al-Baththa, yang dibagian tengah terdapat bangunan ka’bah

-          Di sekeliling ka’bah terdapat rumah rumah penduduk suku Quraisy

-          Dataran tinggi dikenal dengan nama ma’la

-          Kota makkah terletak diantara 2 kerajaan besar yaitu kerajaan Persia dan kerajaan Rum (Romawi)

2.      Peta Sosial

Sungguh mengharukan sekali kondisi sosial bangsa Arab pra-Islam. Terlebih bagi kaum wanita, budaya tersebut sangat diskriminatif. Wanita seolah-olah hanya sebagai makhluk lemah yang tak berguna. Sehingga dimanfaatkan dengan semaunya oleh kaum laki-laki. Tak peduli apatah itu akan melukai hati dan psikologis wanita tersebut. Terpenting adalah kaum laki-laki pada masa itu bisa memenuhi nafsu syahwatnya.

Abu Daud meriwayatkan dari Aisyah Radhiyallhu Anhu, bahwa pernikahan pada masa jahiliyah ada empat macam:

a)      Pernikahan secara spontan. Seorang laki-laki mengajukan lamaran kepada laki-laki lain yang menjadi wali wanita, lalu dia menikahinya setelah menyerahkan maskawin seketika itu pula.

b)      Seorang laki-laki bisa berkata kepada istrinya yang baru suci dari haid, “Temuilah fulan dan berkumpullah bersamanya!” Suaminya tidak mengumpulinya dan sama sekali tidak menyentuhnya, hingga ada kejelasan bahwa istrinya hamil dari orang yang disuruh mengumpulinya. Jika sudah jelas kehamilannya, maka suami bisa mengambil kembali istrinya, jika memang dia menghendaki hal itu. Yang demikian ini dilakukan, karena dia menghendaki kelahiran seorang anak yang baik dan pintar. Pernikahan semacam ini disebut nikah istibdha’.

c)      Pernikan poliandri, pernikahan beberapa orang laki-laki yang jumlahnya tidak mencapai sepuluh orang, yang semuanya mengumpuli seorang wanita. Setelah wanita itu hamil dan melahirkan bayinya, maka selang beberapa hari kemudian dia mengundang semua laki-laki yang berkumpul dengannaya. Lalu dia berkata, “Kalian  sudah mengetahui apa yang sudah terjadi dan kini aku telah melahirkan. Bayi ini adalah anakmu hai fulan.“ Dia menunjuk siapa pun yang dia sukai di antara mereka seraya menyebutkan namanya, lalu laki-laki itu bisa mengambil bayi tersebut.

d)     Sekian banyak laki-laki bisa mendatangi wanita yang dikendakinya yang juga disebut wanita pelacur. Biasanya mereka memasang bendera khusus di depan pintunya, sebagai tanda bagi laki-laki yang ingin mengumpulinya. Jika wanita pelacur ini hamil dan melahirkan anak, dia bisa mengundang semua laki-laki yang pernah mengumpulinya. Setelah semua berkumpul, diselenggarakan undian. Siapa yang namanya keluar dalam undian, maka dia yang berhak mengambil anak itu dan mengaku sebagai anaknya. Dia tidak bisa menolak hal itu.

Demikianlah kondisi sosial bangsa Arab. Terdapat lapisan masyarakat yang beragam dengan kondisi yang berbeda-beda.

Kondisi ekonomi mengikuti kondisi sosial, yang bisa dilihat dari jalan kehidupan bangsa Arab. Perdagangan merupakan sarana yang paling dominan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jalur-jalur perdagangan tidak bisa dikuasai begitu saja kecuali jika sanggup memegang kendali keamanan dan perdamaian.

Tentang perindustrian atau kerajinan, mereka adalah bangsa yang paling mengenalnya. Kebanyakan hasil kerajianan yang ada di Arab seperti jahit-menjahit, menyamak kulit dan lain-lainnya berasal dari rakyat Yaman, Hirah, dan pinggiran Syam Untuk melacak asal-usul bangsa Arab, para sejarawan merunut jauh ke belakang, yaitu pada sosok Ibrahim ‘Alaihis Salam dan keturunannya yang merupakan keturunan Sam bin Nuh

Secara geneaologis –garis keturunan– para sejarawan membagi bangsa Arab menjadi tiga, yaitu:

a)       Arab Ba’idah

Arab Ba’idah, yaitu kaum-kaum Arab terdahulu yang sejarahnya tidak bisa dilacak secara rinci dan komplit, seperti Ad, Tsamud, Thasm, Jadis, Imlaq, dan lain-lainnya.

b)      Arab Aribah

Arab Aribah, yaitu kaum-kaum Arab yang berasal dari keturunan Ya’ruf Yasyjub bin Qahthan atau disebut pula Arab Qahthaniyah.

c)       Arab Musta’rabah

              Arab Musta’rabah, yaitu kaum-kaum Arab yang berasal dari keturunan ‘Ismail                  yang disebut pula Arab Adnaniyah.

1.      Paham Keagamaan

Masyarakat pada umumnya dan Makkah khususnya, mempunyai berbagai paham keagamaan. Adapun berbagai macam kepercayaan bangsa Arab sebelum Islam adalah sebagai berikut :

a)      Mengundi Nasib

Masyarakat Arab dikenal dengan masyarakat yang senang mengundi nasib melalui sebuah permainan. Alat yang digunakan adalah al-azlam, yaitu batang anak panah yang tidak ada bulunya. Anak panah yang pertama diberi tulisan “ya”, anak panah yang kedua diberi tulisan “tidak” dan anak panah yang ketiga tanpa ada tulisan apapun. Apabila yang keluar anak pernah yang ditulisi “ya” mereka akan melaksanakan pekerjaan yang telah direncanakan. Jika yang muncul anak panah yang ditulisi “tidak” mereka akan menunda hingga tahun berikutnya. Akan tetapi apabila yang keluar anak panah yang tidak ada tulisannya, maka undian akan diulang.

Al Azlam dilakukan oleh bangsa Arab ketika mereka akan melakukan acara atau hajatan, seperti pernikahan atau perjalanan. Mereka mengundinya dengan menggunakan ketiga anak panah tersebut. Kebiasaan tersebut telah menjadi budaya dan adat istiadat yang diwariskan secara turun temurun.

b)      Menyembah Bebatuan

Selain Al-Azlam bangsa Arab menjadikan bebatuan sebagai sesembahan. Batu yang bentuknya bagus akan dijadikan sebagai Tuhan yang mereka sembah. Akan tetapi ketika menemukan batu lain yang lebih bagus, merekapun mengganti batu yang lama dengan batu yang baru begitu seterusnya.

c)      Takhayul dan Khurafat

Takhayul dan khurafat menjadi bagian dari tradisi kehidupa

d)     Menyembah Berhala (Paganisme)

e)      Menyembah benda benda langit (bintang dan planet)

f)       Menyembah api


Tidak ada komentar:

Posting Komentar