Minggu, 19 Juli 2020

KEMUHAMMADIYAHAN KELAS X BAB 1 - KARAKTERISTIK PERGURUAN MUHAMMADIYAH

KARAKTERISTIK PERGURUAN MUHAMMADIYAH

A. Sejarah Perguruan Muhammadiyah

Kecenderungan umum yang selalu dijadikan dasar pijak dalam melihat latar belakang pendidikan Muhammadiyah berdiri adalah dualisme pendidikan yang terjadi pada awal abad ke-20. Di satu sisi, pendidikan Islam yang diwakili pesantren tradisional hanya mengajarkan ilmu agama. Sedangkan disisi lain, sekolah - sekolah Belanda hanya mengajarkan ilmu umum.

Pendidikan Muhammadiyah adalah pendidikan Islam Modern yang memadukan agama Islam dengan kehidupan. Dalam pendidikan Muhammadiyah, pendidikan Kemuhammadiyahan menjadi bagian, ciri khas atau pembeda antara sekolah / madrasah Muhammadiyah dengan sekolah / madrasah selain Muhammadiyah.

B. Tujuan Perguruan Muhammadiyah

Tujuan Pendidikan Muhammadiyah adalah mewujudkan manusia muslim berakhlak mulia, cakap, percaya pada diri sendiri, berguna bagi masyarakat dan negara. 

Pertama, manusia muslim berarti manusia yang seluruh hidup dan kehidupannya senantiasa dilandasi oleh nilai - nilai peribadatan kepada Allah SWT semata. Artinya, seorang muslim sejati akan selalu berserah diri dan taat hanya kepada Allah semata.

Kedua, Akhlak mulia dinilai dan dipandang dari sisi yang Maha Haq dan pembuat peraturan yang sesungguhnya yaitu Allah SWT dan ukuran akhlak Nabi Muhammad SAW, bukan pandangan manusia pada umumnya yang penuh dengan sifat subyektif.

Ketiga, Cakap yang berarti mempunyai kemampuan dalam bidangnya. Dapat diartikan cerdas dan ampuh dalam menentukan sikap dan perbuatan yang sesuai dengan tugas seorang muslim yang berilmu pengetahuan.

Keempat, Percaya pada diri sendiri melalui sifat - sifat positif serta mau menatap kehidupan ke depan dengan penuh rasa optimisme.

Kelima, berguna bagi masyarakat dan bangsa, setelah melalui proses pendidikan, peserta didik diharapkan mampu mengabdikan diri dan berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan negara.'

C. Ciri Khas Pendidikan Muhammadiyah

Pengertian Pendidikan Kemuhammadiyahan

Pendidikan Kemuhammadiyahan adalah salah satu mata pelajaran pokok di semua lembaga pendidikan Muhammadiyah. Dari pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi di bawah persyarikatan Muhammadiyah.  Semua tingkatan pendidikan tersebut wajib melaksanakan pendidikan Kemuhammadiyahan. Saat ini secara normatif telah disusun rumusannya dalam bentuk bahan ajar Al Islam dan Kemuhammadiyahan.

1. Maksud Pendidikan Kemuhammadiyahan

Maksud pendidikan Kemuhammadiyah adalah sebagai sarana untuk penyampaian pendidikan Muhammadiyah. Pentingnya pendidikan di masa depan menuntut Muhammadiyah untuk menjawab ketertinggalannya selama ini di bidang pendidikan. Salah satunya dengan melakukan penyempurnaan kurikulum Al Islam dan Kemuhammadiyahan.

2. Tujuan Pendidikan Kemuhammadiyahan

Kemuhammadiyahan dijadikan pelajaran pokok dengan tujuan agar dapat diamati, dipahami dan dihayati oleh setiap peserta didik. Selain itu diharapkan agar kelak peserta didik bersedia dengan suka rela mengamalkan berbagai prinsip keyakinan dan cita-cita persyarikatan Muhammadiyah. Harapan tersebut sekiranya tidak berlebihan karena ada beberapa alasan antara lain sebagai berikut:

a. Muhammadiyah memerlukan Penerus Keyakinan, Cita-Cita dan Amal Usahanya

Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang oleh masyarakat luas dikenal sebagai organisasi Islam yang bertaraf nasional. Muhammadiyah juga sebagai gerakan yang memiliki amal usaha begitu banyak dan beragam. Amal usaha Muhammadiyah meliputi bidang keagamaan, kemasyarakatan, kesehatan dan pendidikan. Muhammadiyah perlu menyadari sepenuhnya bahwa untuk meneruskan gerakan atau amal usaha tersebut mutlak diperlukan kader penerus. Persyarikatan ini membutuhkan kader penerus yang berkualitas dan penuh pengabdian. Selain itu memahami arah dan tujuan misi yang diemban oleh Muhammadiyah. Oleh karena itu, salah satu fungsi lembaga pendidikan Muhammadiyah adalah sebagai lembaga pembibitan kader.

Lembaga pendidkan Muhammadiyah juga berperan sebagai lembaga penyemai kader Muhammadiyah disamping kader umat dan kader bangsa. Mengingat peranan tersebut, maka peserta didik di lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah senantiasa dikenalkan, dilatih serta diajak menghayati cita-cita agung Muhammadiyah. Adapun cita-citanya yaitu li i’laai kalimaatillaah, menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam serta demi tercapainya ‘Izzul Islaam Wal Muslimiin.

b. Muhammadiyah perlu Dikenal oleh Angkatan Muda Muhammadiyah

Diajarkannya mata pelajaran Kemuhammadiyahan, sekurang-kurangnya angkatan muda Indonesia dapat mengenal apa Muhammadiyah. Terutama mereka yang memasuki jalur pendidikan formal di lembaga pendidikan Muhammadiyah. Selain itu mengenal peranannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan adanya mata pelajaran tersebut generasi Muda Indonesia dapat mengetahui secara obyektif tentang persyarikatan Muhammadiyah. Bahwa persyarikatan tersebut merupakan sebuah gerakan Islam yang tersebar di Indonesia dan telah berjasa ikut serta membangun bangsa Indonesia. Muhammadiyah telah menyumbangkan andilnya kepada bangsa Indonesia dengan putera puteri terbaiknya ikut berjuang di kancah perjuangan kemerdekaan dan mengisinya hingga sekarang.

3. Kedudukan dan Fungsi Pendidikan Kemuhammadiyahan

Pendidikan Kemuhammadiyahan memiliki kedudukan sebagai mata pelajaran yang wajib diajarkan dan dipelajari setiap pelajar Muhammadiyah.

Sedangkan fungsi pendidikan Kemuhammadiyahan di sekolah / madrasah Muhammadiyah adalah sebagai pembeda (distingsi) antara sekolah / madrasah Muhammadiyah dengan yang bukan milik Muhammadiyah.

4. Nilai - Nilai Pendidikan Kemuhammadiyahan

a. Mengamalkan Perilaku Sebagai Hamba Allah SWT

b. Mengamalkan Perilaku Sebagai Khalifah Fil Ardhi

c. Mengamalkan Dakwah Amar Ma'ruf Nahi Mungkar

d. Menghindari Tindak Kekerasan dan Mengutamakan Perdamaian

e. Mengamalkan Disiplin Belajar dan Gemar Menuntu Ilmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar